Jumat, 09 Juni 2017

Tugas Manajemen Pemasaran, PT PETRONAS dan PT MIDEA

 TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN

Disusun oleh :
Mita Nadilia      11150678
Nur Aeni Suwanto 11150456
Rizka Putri S  11150506
        Romdanah       11150755
Mata kuliah : Manajemen Pemasaran
Dosen : Angrian Permana, S.Pd.,MM

kelas : 4 F Manajemen
STIE BINA BANGSA

PT Petronas
1. Sejarah Perusahaan
Pada tahun 1973 terjadi krisis minyak yang ikut melanda Malaysia. Krisis ini ternyata mampu menyadarkan pemerintah Malaysia akan pentingnya pengelolaan sumber daya alamnya sendiri. Pada 17 agustus 1974, dengan menggunakan perangkat hukum, melalui UU, Malaysia mendirikan Petronas dengan tujuan untuk menjamin sumber daya Migas nasional dikembangkan sejalan dengan kebutuhan dan aspirasi bangsa.
Petronas mempunyai hak istimewa untuk melakukan proses pengilangan minyak dan memproduksi petrokimia. Petronas ditetapkan secara integrated sebagai entitas bisnis bidang migas dalam spectrum yang luas dalam bisnis minyak baik sector hulu maupun hilir. Pada dasarnya, Malaysia belajar mengelola perminyakan dari Indonesia dengan mengadopsi Production Sharing Contract (PSC) yang semula dicetuskan oleh Indonesia dan diterapkan di Pertamina. Tetapi dengan kerjasama Petronas dengan pemerintahnya serta iklim investasi di Malaysia yang lebih baik maka Malaysia lebih berhasil dalam mengaplikasikannya.
Beberapa Tugas yang harus dilakukan Petronas adalah : memberikan nasehat kepada pemerintah mengenai hal-hal yang berhubungan dengan perminyakan, menarik investor asing di sektor perminyakan, merumuskan kebijakan, perencanaan dan strategi dalam pengelolaan sumber daya migas nasional, melakukan hubungan jangka panjang dalam eksplorasi sumberdaya melalui pembentukan PSC, menjamin pengembalian/penghargaan yang adil pada investor yang berhasil berdasarkan kelayakan prospek/tingkat resiko, mendorong investasi berkelanjutan untuk mempertahankan produksi.
Petronas atau minyak bumi Nasional Berhad telah didaftarkan di bawah Akta Perusahaan-Perusahaan 1965.
Pada 1 Oktober 1974, dengan termaktubnya Akta Kemajuan Petroleum, Petronas telah diberi hak, kuasa, kebebasan dan keistimewaan di dalam menangani dan memajukan sumber minyak bumi di Malaysia. Individu yang bertanggung jawab untuk mendirikan Petronas adalah Tan Sri Tengku Razaleigh Hamzah yang ketika itu terpengaruh dengan perolehan perusahaan minyak milik Indonesia yaitu Pertamina.
Sebelum 1974, operasi minyak di Malaysia dilakukan oleh perusahaan minyak multinasional melalui sistem konsesi untuk mencarigali minyak bumi di perairan Sulawesi, Maluku dan Barat. Antara perusahaan-perusahaan carigali minyak yang memegang konsesi adalah Shell dan ExxonMobil. Kilang pengolahan minyak Shell di Port Dickson dibuka pada tahun 1962. Ketika itu minyak dibeli dari luar negara.
Tengku Razaleigh Hamzah
Raja Mohar bin Raja Badiozaman
Pendirian perusahaan minyak negara merupakan titik tolak kepada kontrol dan keterlibatan negara yang lebih dalam industri minyak. Antara ketua Petronas adalah Raja Mohar bin Raja Badiozaman.
2. Perkembangan perusahaan di Indonesia
Perusahaan asal Malaysia, Petroliam Nasional Bhd (Petronas) menyatakan tetap komitmen menjalankan bisnis minyak dan gas (migas) di Indonesia meski harga minyak dunia anjloknya hingga memukul Badan Usaha Mililk Negara (BUMN) Malaysia tersebut.
Pendatanganan Nota Perjanjian Kerja Sama dengan PT Pertamina (Persero) pada Juli 2016 merupakan salah satu wujud komitmen kuat Petronas di Tanah Air. Pada tahun 2015, perusahaan negara Malaysia ini juga telah menandatangani dua kontrak Bagi hasil (production sharing contract/PSC) untuk Wilayah Kerja (WK) North Madura II dimana Petronas sebagai operator, dan Wilayah Kerja Kualakurun bekerja sama dengan ConocoPhillips. Petronas juga berencana memulai tahap produksi Lapangan gas Kepodang dari WK Muriah di lepas pantai Jawa Tengah dan Lapangan Minyak Bukit Tua dari WK Ketapang di lepas pantai Jawa Timur.
Sementara untuk kegiatan eksplorasi, Petronas berupaya menemukan cadangan migas di Wilayah Kerja West Glagah Kambuna. Selain WK migas yang dioperasikan sendiri, Petronas memiliki participating interest pada beberapa WK migas yang dioperasikan perusahaan lain yaitu KKKS Jabung, KKKS Natuna Sea A Block dan KKKS Madura Offshore. Total produksi Petronas dari ketiga wilayah tersebut mencapai 31.000 setara barel minyak per hari.
Sejak memulai bisnis di Indonesia tahun 2000, lanjut dia, hingga saat ini Petronas memiliki sembilan kontrak bagi hasil, empat di antaranya menjadi operator.
Di bisnis hilir, Petronas mengoperasikan beberapa anak perusahaan di antaranya Petronas Niaga Indonesia (PNI), Petronas Chemical Marketing (PCM) dan Petronas Lubricant Indonesia (PLI). "Fokus usaha PNI di sektor perdagangan dan pemasaran bahan bakar, PLI untuk pemasaran dan ritel produk pelumas. Sedangkan PCM fokus pada pemasaran produk-produk petrokimia.
Pada Agustus lalu Petronas mengumumkan laba perusahaan pada kuartal II-2016 anjlok 85 persen sebagai imbas dari penurunan harga minyak dunia. Petronas juga mengumumkan proyeksi bisnis yang suram untuk tahun 2017. Petronas juga mengumumkan rencananya untuk memangkas belanja hingga 50 miliar ringgit dalam kurun empat tahun ke depan sebagai respon ambruknya harga minyak.
3. Jumlah Aset yang dimiliki Perusahaan
Pendapatan US$ 79,95 miliar (2010)
Laba bersih US$ 20,88 miliar (2010)
Jumlah aset US$ 145,52 miliar (2010)
Jumlah ekuitas US$ 87,45 miliar (2010)

4. Cara Pelaksanaan Produk PT Petronas


Petronas Lubricants International (PLI) meluncurkan pelumas sepeda motor Sprinta with UltraFlex secara global yang juga akan dijual di Indonesia. Ini dan menjadi produk pertama mereka di segmen oli kendaraan roda dua. produk yang tersedia dalam tiga varian F300 (20W-40), F700 (15W-50) dan F900 (10A-40) itu akan dijual di Indonesia sekitar kuartal akhir tahun ini atau kuartal pertama tahun 2018. Petronas optimistis dapat meraup peluang di Indonesia sebagai salah satu pasar potensial dan terus tumbuh dalam beb Petronas Sprinta with UltraFlex dirancang untuk menjaga mesin agar tidak stres dan bisa dipakai dalam jangka waktu lama. Pelumas ini diformulasikan dengan lapisan yang diklaim lebih kuat 40 persen dibandingkan produk lain guna meningkatkan
stabilitas mesin dari berbagai macam kondisi.berapa tahun terakhir serta memiliki jumlah penduduk yang besar.
Sedangkan strategi yang dilakukan adalah untuk unggul dalam pembiayaan, perbedaan dan konsetrasi dalam poin tertentu.
PT Midea
1. Sejarah Perusahaan
 Didirikan Tahun 1968, Midea Tersohor Sebagai Konglomerat Besar Yang Mengkhususkan Diri Dalam Produksi Alat-Alat Rumah Tangga Dan Juga Merambah Lapangan Yang Berhubungan Dengan Real Estate Dan Logistik. Kini Midea Merupakan Salah Satu Basis Produksi Dan Eksportir Peralatan Rumah Tangga Elektronik Terbesar Di Cina.
Midea Pada Awalnya Memasuki Industri Elektronik Peralatan Rumah Tangga Dalam Tahun 1980 Dan Mulai Menggunakan Nama/ Merek Midea Pada Tahun 1981. Kini, Midea Group Dengan Mempekerjakan Sekitar 180.000 Orang Baik Di Cina Dan Seluruh Dunia Dan Memiliki Lebih Dari Sepuluh Merek Terkenal Dalam Berbagai Industri Seperti Midea, Welling Dan Lainnya., Midea Mencapai Pendapatan Usd17.0 Miliar Pada 2010, Sedangkan 5, 08 Miliar Dari Mereka Adalah Bisnis Mengekspor Dan Luar Negeri.
Terpisah Dari Markas Pusatnya Di Shunde, Midea Group Telah Mendirikan Basis-Basis Produksi Yang Tersebar Di Guangzhou, Zhongshan, Wuhu, Wuhan, Huai&Rsquo; An, Kunming, Changsha, Hefei, Chongqing Dan Suzhou, Dan Lain-Lain. Basis Di Pingyang, Vietnam Telah Mulai Berproduksi. Dengan Memiliki Jaringan Pemasaran Ekstensif Yang Tersebar Di Seluruh Penjuru Cina, Midea Group Telah Mendirikan Dua Puluh Satu Kantor Cabang Di Seluruh Dunia Seperti Di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, Hong Kong, Korea, Kanada, Rusia, Perancis, Malaysia Dan Vietnam.
Saat Ini, Midea Menguasai Rantai Produksi Terbesar Dan Terlengkap Untuk Kelompok Ac, Lemari Es, Microwave Oven, Peralatan Rumah Tangga Kecil Dan Perlengkapan Dapur Di Cina.
Produk-Produk Intinya Mencakup Ac Rumah Tinggal, Ac Komersial, Ac Central Berskala Besar, Mesin Cuci, Pemasak Nasi Listrik, Lemari Es, Dispenser Air Minum, Microwave Oven, Mesin Pencuci Piring, Induction Cooker, Kipas Angin Listrik, Pemanas Listrik, Pemanas Air, Kelengkapan Dapur, Range Hood, Lemari Pensteril, Mesin Pencacah Elektrik, Oven Listrik, Mesin Penghisap Debu, Peralatan Rumah Tangga Kecil Dan Produk Perlengkapan Rumah Lainnya, Serta Produk-Produk Pendukung Lainnya Seperti Kompresor, Motor Elektrik, Magnetron Dan Transformer.
2. Perkembangan perusahaan di Indonesia
 Sejumlah produk yang diproduksi Midea antara lain AC, lemari es, mesin cuci dan peralatan rumah tangga lainnya. Seluruh produk Midea telah melewati proses quality control yang ketat. Sebab, periset dan pengembangan produk Midea didukung oleh dengan fasilitas laboratorium lengkap serta ditangani oleh para professional yang ahli di bidangnya. Midea juga telah memperoleh berbagai penghargaan.

Produk Cina yang kerap dipandang sebelah mata membuat Midea secara matang menyiapkan layanan purna jual yang andal. Sebanyak 30 gerai telah tersebar di Pulau Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan akan menjadi 100 gerai pada akhir 2010. Layanan purna jual Midea siap menangani servis. Jika servis tidak dapat diselesaikan dalam tempo tiga hari kerja, maka akan diganti dengan unit baru. Kantor cabang Midea terletak di berbagai kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Ditargetkan pada 2011 mendatang akan mencapai 18 kantor dari Pulau Sumatra hingga Maluku.

Kantor pusat Midea di Shunde, Goangdong, Cina dengan 17 basis produksi yang tersebar di seluruh Cina dan negara lainnya. Midea juga digadang-gadang sebagai satu-satunya perusahaan peralatan rumah tangga Cina yang terdaftar di World`s Top 500 Most Valuable Brands 2010 oleh Brand Finance. Sebab, keunggulan teknologi Midea telah digunakan sebagai original equipment manufacturer bagi beberapa produk ternama di dalam negeri. Kini Midea tengah mempersiapkan pembukaan pabrik terbarunya di Vietnam serta berencana membangun pabrik di Indonesia.

3. Jumlah Aset yang dimiliki Perusahaan
 Secara keseluruhan, Midea internasional memunyai total aset pada 2008 sebesar Rp 59,4 triliun. Pada 1993, Midea baru memiliki total aset Rp 30,4 triliun.
Sementara, total penjualan Midea seluruh dunia hingga 2009 mencapai Rp. 140 triliun. Patokan target 20 persen naik ditetapkan sampai dengan akhir 2010. Maka, pada kurun waktu itu, harus terwujud penjualan menyeluruh hingga Rp 170 triliun.

4. Cara Pelaksanaan Produk PT Midea
Midea terus berproses menjalankan riset dan analisis dengan melihat perkembangan di berbagai sisi seperti lingkungan, trend, kebutuhan konsumen  dan lainnya dalam hal produk peralatan rumah tangga. Perhatian pada sisi-sisi ini dikarenakan Midea ingin menetapkan strategi promosinya yang bertujuan agar dapat mengembangkan usahanya.
Dengan adanya beberapa kelebihan diatas brand MIDEA harus melakukan promosi secara berkesinambungan untuk meningkatkan brand awarenessnya melakukan kegiatan marketing agar tujuannya dapat tercapai. Berdasarkan pengamatan peneliti ada beberapa strategi promosi yang dilakukan MIDEA yaitu menggunakan media elektronik (radio dan televisi), media koran, spanduk, billboard, baliho dan brosur. Strategi promosi yang dilakukan MIDEA tersebut merupakan sarana atau alat yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan pesan komunikasi kepada konsumen. Selain itu, pelaksanaan periklanan yang dilakukan MIDEA bertujuan untuk memberikan suatu informasi bagi konsumen tentang peluncuran produk baru atau memberikan informasi, produk yang sedang ditawarkan yang biasa disebut promosi penjualan.
  .